PENA DAN PERJUANGAN
PENA DAN PERJUANGAN

PENA PERJUANGAN

Oleh: Sabarudin Indra Wijaya

PENA adalah alat tulis klasik yang digunakan oleh penulis-penulis handal zaman lampau, hakikat dari pena adalah sebagai alat utuk mengurai gagasan lewat tlisan-tulisan. Pena memiliki sisi arstistik serta bentuknya yang unik, banyak yang terbuat daru batang bulu Angsa halus, ada pula yang terbuat dari benda padat seperti kayu dan besi dengan bentuk dan desai khusus, itu pula kenapa pena memiliki nilai seni yang kuat.



Sisi lain kenapa admin Blog memberi nama Blognya Pena adalah singkatan dari kata “Penjuang Nasional”, pena pada blog ini disandingkan dengan nama Tokoh dan Penjuang Nasional yang cukup terkenal dan disebut sebagai Guru dari para pendiri Bangsa Indonesia ialah HOS Tjokroaminoto. Munculah gagasan nama PENA COKRO yang diartikan oleh admin Blog dari sesosok Cokroaminoto sebagai Pejuang Nasional yang patut dibanggakan oleh negeri ini, tidak hanya tindakannya ia melawan penjajah kolonial Belanda, ia juga merupakan seorang penulis yang handal dan banyak memiliki murid dan kerabat yang memiliki pengaruh yang besar pula pada bangsa Indonesia.

Admin sangat mengagumi kepribadian dari Cokroaminoto, gagasan tentang kemerdekaan bangsa ini cukup memberi perubahan yang mendasar, sehingga Sukarno dan kawan-kawannya berperan penting pada kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Rata-rata orang yang pernah mengenal Cokro adalah orang-orang yang hebat dan pandai menulis dengan pena mereka masing-masing.

Admin ingin mengajak rakan-rekan yang mampir pada Branda Blog ini, agar tidak meninggalkan dunia menulis, jangan pernah jauh dari PENA dan carilah kawan bergaul yang seperti kepribadian HOS Tjokroamninoto. Menulis itu sangat penting sebagai tanda kemajuan peradaban umat manusi, sebagai saksi tertulis dari sejarah yang akan datang, betapa sebuah negeri akan sirna apa bila penduduknya tidak pernah mengabadikan sebuah manuskrip sejarahnya. 

Negeri yang abadi dengan cerita-cerita kunonya adalah Mesir, Yunani, Romawi negeri ini abadai dan kerap sekali jika kita mencari kajian etimologi dari sebuah kata pasati kita akan diajak sampai ke peristilahan Yunani kono, bahkan meraka bisa menceritakan perjalanan negeri dan tokoh-tokoh sampai pada abad sebelum masehi. Tokoh-tokoh mereka sudah terkenal dari berbagai kajian sebut saja Filsafat, sekalipun Bapak Filsafat meraka Talles pergi belajat ke Mesir namun Talles abadi dan disebut sebagai bapak fisafat karena orang-orang barat mampu mengabadikan sejarah mereka lewat Pejuangan dan Pena (menulis).

Kita bangsa Indonesia meyakini bahwa peradaban Bangsa ini cukup tua dan besar, namun tidak mampu mencari garis perjalanan sejarah bangsanya ribuan tahun silam. Mungkin saja pernah tertulis namun tidak mampu disimpan dengan baik, sirna begitu saja, ada cerita namun ceritanya terputus dari generasi-kegenerasi. Prasasti-prasasti diperkirakan masih banyak yang abadi terdapat pada daun lontar-lontar tua namun tidak semua orang bisa menerjemahkan dengan baik atau oleh aturan sebuah keraton yang ketat sehingga tidak sembarang orang bisa membaca, jangankan membacanya melihatnya saja tidak semabarang orang.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai selagi kita masih sadar akan kekurangan dan kelebihan yang ada ada bangsa ini, Menulis adalah salah cara membangkitkan serta mengajak generasi pelanjut untuk bangkit menjaga dan merawat bangsa ini. Generasi hari ini tidak perlu berjuang dengan senjata api atau dengan bambu runcing serta tetesan darah, tapi dengan ”Pena dan Tinta” serta semangat perjuangan untuk kebaikan Bangsa ini. | Sabda